Mengejar matahari?
January 20, 2008 dblackwitch
Ada yang bilang, ”Buat apa mengejar matahari dan menangkapnya kalo membiarkannya bersinar adalah solusi terbaik ?”
Tapi apa salahnya tetap mengejar matahari dan membiarkannya bersinar di samping kita walaupun sinar kita tertelan oleh sinarnya yang terasa sangat panas dan perih?
Apa salahnya tetap mengejar matahari walaupun terasa terlalu besar, jauh, juga tidak terkejar?
Apa salahnya tetap mengejar matahari walaupun kaki kita membusuk tertoreh pasir-pasir perbedaan?
Apa salahnya mengharap matahari walaupun lilin kecil di tangan kita bersedia membakar dirinya sendiri untuk kita?
Itu jauh lebih baik daripada orang yang mengagumi agungnya sang matahari dari sekotak jendela di pagi hari karena takut akan panasnya…
Jadi, apa salahnya bermimpi?
Kalau bermimpi itu dosa, mengejar itu hina dan berharap itu tabu, untuk apa kita hidup?
Untuk pasrah?
Entry Filed under: coratcoret
8 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
1. Andhika Nugraha&hellip | January 20, 2008 at 3:04 pm
exactly!
tapi bukan berarti kepasrahan adalah jalan hidup yang salah. apabila seorang pasrah dengan apa yang ia namakan ‘takdir’, makan ‘takdir’ yang mungkin seolah-olah hanya ilusi itu akan menjadi nyata dan membawanya membentuk masa depannya sendiri.
tapi aku sendiri lebih memilih untuk bermimpi.
2. dblackwitch&hellip | January 20, 2008 at 4:38 pm
kalau kita pasrah, maka kita akan bingung diombang-ambing ketidakpastian. lagian, kalau pasrah, artinya kita ga punya pegangan dong. ga mungkin ada orang yang bisa 100% pasrah sama yang namanya takdir. dalam agama juga kita dibilang kudu berusaha kan? jangan hidup di bawah kendali orang lain… capek…
3. dblackwitch&hellip | January 20, 2008 at 4:42 pm
kenapa yang bisa nulis komen musti log in dulu siih?? aku gaptek niiih…T_T bisa disetting gaa??
4. Andhika Nugraha&hellip | January 21, 2008 at 2:06 pm
kalo kamu pasrah sepasrah-pasrahnya kepada yang orang namakan ‘Tuhan’, maka ketidakpastian itu akan hilang, anehnya.
semua tergantung pilihan aja sih.
5. godhanddoctor&hellip | January 21, 2008 at 2:19 pm
gila… Kata2 orang berwibawa…
Keren pisan… Kalo dijadiin puisi buat tugas B.Indonesia kayanya bagus tuh… aheuaheuaheu
Hobby bikin2 puisi dan semacamnya ya?
Keren ven…
Bermimpi itu memang menyenangkan… But, can you do what your dream’s say?
6. dblackwitch&hellip | May 8, 2008 at 1:11 pm
siadeui, puisi… cukup sudaaaaaah…
gatau ah.. kalo gw cocoretan, pasti ngalor-ngidul gajelas gini…
emang nyenengin, apalagi mimpiin… XDD
masalahnya, bukan “BISA atau GABISA” tapi “MAU atau GAMAU”…
kamu mau berusaha, pasti bisa… kamu gamau berusaha.. ya, kamu cuma pengkhayal…
penghayal itu dilarang agama, lho…
wakakakaka….
7. bumihadiwibowo&hellip | January 5, 2009 at 10:48 pm
males ngomentarin matahari…..
karena bumi udah bosen terus berputar2 mengitari matahari…. ngga bisa mendekat….juga nga bisa pergi…. bumi ingin cari bintang yang lain……
but ….. its nice….
hidup pasrah setelah berusaha adalah jalan paling terhormat…..
8. dblackwitch&hellip | January 6, 2009 at 12:37 am
matahari itu jauh, ya?
untung ada lilin..